Hello, apa kabar? Aku harap kita semua dalam keadaan baik ya 😁
Di Minggu pagi yang cerah ini, aku dan anakku, Alana, memulai hari lebih awal. Kami ikut Pop-Up Class dengan tema “Little Farmer”. Kelas ini adalah kombinasi antara Sensori-Motorik dan Pretend Play untuk anak usia 1–3 tahun. Karena temanya little farmer, kegiatan diselenggarakan di luar ruangan, tepatnya di Rasad Manunggal Garden, Parikesit, Ponorogo.
Acara dimulai pukul 08.00 pagi, tapi saat itu masih banyak teman-teman yang belum datang. Kebetulan lokasinya cukup dekat dengan rumah, jadi Alana termasuk salah satu yang datang lebih awal. Karena masih sepi, aku sempat menyuapi Alana sambil membiarkannya bermain sendiri dulu.
Sekitar setengah jam kemudian, teman-teman kecil mulai berdatangan. Total ada kurang lebih 30 anak yang hadir hari itu. Sebelum memulai, kakak-kakak pembimbing mengajak semua peserta berkumpul, berdoa bersama, lalu memberi penjelasan mengenai kegiatan yang akan dilakukan.
🐑 Menempel Bulu Domba
Kegiatan pertama ini seru banget! Anak-anak diajak menempelkan kapas berbentuk bulat ke gambar domba besar yang sudah ditempel di dinding. Alana terlihat penasaran dan ikut menempelkan kapas dengan senyum kecil di wajahnya.
🌽 Memipil Jagung dan Memberi Makan Ayam
Berlanjut ke kegiatan berikutnya, anak-anak diajak memipil jagung yang ditempelkan di kardus. Alana cukup fokus karena memang suka dengan tekstur biji-bijian. Setelah jagung terkumpul, mereka memasukkannya ke dalam botol bergambar ayam dengan mulut terbuka. Agak sulit untuk Alana, tetapi tenang ada mama yang siap membantu hehehe
🥚 Mengumpulkan Telur Ayam

Next, mengumpulkan atau memanen telur ayam. Di sini pakai telur ayam mainan ya, jadi gak takut petjah. Anak-anak diberi wadah berupa thin wall, lalu diminta untuk mengambil telur ayam yang sudah disiapkan di atas jerami yang terbuat dari kertas. Seru sekali, challenging karena seperti siapa cepat dia dapat. Alhamdulillah, Alana berhasil mendapatkan 4 butir sesuai arahan.
🐄 Memerah Susu Sapi

Nah, ini salah satu kegiatan yang bikin Alana paling excited. Kakak pembimbing menyiapkan sarung tangan latex berisi air, diikat, lalu digantung di bawah gambar sapi besar. Sarung tangan itu sudah dilubangi sehingga anak-anak bisa “memerah” seperti susu sapi. Benar saja, Alana girang sekali karena ada airnya, tipikal toddler, paling suka kalau urusannya basah-basahan.
🐇 Memberi Makan Kelinci
Kegiatan terakhir adalah memberi makan kelinci dengan sayuran segar (kali ini kelincinya beneran). Ini jadi pengalaman pertama Alana berinteraksi langsung dengan kelinci, dan dia terlihat gemas sekali. Ada momen kocak ketika dia malah menyodorkan jarinya alih-alih sayuran, sepertinya si kelinci sempat menggigit pelan. Untungnya tidak apa-apa, justru jadi pengalaman lucu yang tak terlupakan.
Setelah semua kegiatan selesai, anak-anak diberi waktu istirahat. Ada yang memilih makan, foto-foto, atau langsung tidur. Kalau Alana, menepi di tempat adem sambil minum susu dan ngemil kecil, supaya mood-nya tetap terjaga.
Pukul 10.00 acara ditutup dengan doa bersama dan foto bareng. Setiap peserta mendapat goodie bag berisi snack, tapi sayangnya Alana kehabisan karena asyik lari-larian. It’s okay, yang penting dia bisa mengikuti kegiatan dengan antusias dan pulang dengan hati gembira.
By the way, ini adalah Pop-Up Class pertama Alana, dan ternyata seru sekali! Selain bertemu banyak teman baru, aku juga jadi lebih sadar tentang apa saja kemampuan yang sudah dikuasai Alana dan apa yang perlu lebih sering dilatih. Terima kasih sudah membaca, see you!
Love,
Irene Arenas.