
Hello! Sehat semua, guys? Aamiin.
Wah, sudah lumayan lama nih aku nggak lanjutin cerita honeymoon ku yang hari terakhir. Padahal di hari terakhir justru banyak tempat yang ngademin banget di hati. Yuk, langsung aja ke ceritanya. Happy reading!
Sarapan Nasi Megono Sebelum Menjelajah
Hari itu aku dan suami memutuskan untuk memaksimalkan sisa waktu honeymoon dengan menjelajahi destinasi wisata di Dieng. Iya dong, cuti menikah kami terbatas dan sebentar lagi harus kembali bekerja di Jakarta.
Sebelumnya, kami beli sarapan dulu di tenda pinggir jalan depan rumah warga. Namanya Nasi Megono, salah satu makanan khas Jawa Tengah. Menurutku, rasanya agak mirip nasi urap karena sama-sama nasi yang dicampur dengan sayuran dan kelapa berbumbu.
.jpeg)
Gurih rasanya, apalagi kalau dimakan pakai telur atau ayam berkuah seperti opor. Enak, unik, dan wajib coba sih kalau lagi ke Dieng!
Setelah perut terisi, kami pun melanjutkan perjalanan menuju destinasi pertama hari itu.
Candi Arjuna
.jpeg)
Candi Arjuna adalah salah satu candi tertua di Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo. Masya Allah, udara di sini sejuk banget. Saat kami datang, belum banyak wisatawan, jadi bisa foto-foto dengan leluasa tanpa harus gantian.
Sebelum masuk, kami membeli tiket terlebih dahulu, aku lupa persis berapa harganya, tapi cukup terjangkau. Di pintu masuk, kami juga diberikan kain batik untuk dikenakan. Mungkin supaya lebih terasa nuansa Indonesianya? Ya sudah, kami ikuti saja. Ternyata malah kelihatan keren pas difoto!

.jpeg)
Sebelum keluar area, kami melewati jalan setapak yang dipenuhi bunga-bunga kuning yang sedang mekar. Cantik banget!

Kawah Sikidang

Destinasi kedua hari itu adalah Kawah Sikidang. Kawah ini salah satu spot wisata paling terkenal di Dieng dan letaknya masih satu area dengan Candi Arjuna, jadi biasanya memang dikunjungi dalam satu rute perjalanan.
Di sini, pengunjung bisa melihat langsung kolam besar berisi air dan lumpur panas yang terus mendidih, lengkap dengan aroma khas belerang di udara. Kalau teman-teman pernah ke Kawah Putih di Bandung, vibes-nya mirip banget.

Walaupun matahari cukup terik, udara tetap sejuk, bahkan cenderung dingin. Jadi kami tetap enjoy menikmati pemandangan. Menurutku, bau belerangnya juga nggak terlalu menyengat, masih aman kalau membawa anak kecil.
Menjelang siang, kami sempat ragu mau lanjut ke destinasi terakhir atau nggak. Tapi akhirnya kami sepakat, “Kapan lagi ke Dieng?” Jadi tancap gas menuju Telaga Warna!
Telaga Warna
Telaga Warna ini jaraknya nggak terlalu jauh dari dua tempat sebelumnya. Dinamakan “Telaga Warna” karena airnya bisa berubah warna, kadang hijau, biru, sampai keemasan, tergantung cahaya matahari yang memantul di permukaannya.

Waktu itu airnya terlihat agak surut, tapi aku kurang tahu apakah memang begitu kondisinya. Saat kami datang juga cukup sepi, pengunjung bisa dihitung jari. Tapi justru itu enaknya, kami bisa leluasa berfoto dan menikmati suasana tenang di sekitar telaga.
Setelah destinasi terakhir, aku dan suamiku resmi menutup perjalanan honeymoon kami.
Best Honeymoon for Us ❤️
Alhamdulillah, bersyukur, rasanya lega dan bahagia. Momen-momen ini akan selalu kami ingat sampai tua nanti. Semoga suatu hari kami bisa kembali ke tempat-tempat ini dan mengenang lagi perasaan hangat saat honeymoon dulu. Satu lagi semoga kami bisa menjadi pasangan dan keluarga yang Sakinnah, Mawaddah, Warahmah. Aamiin.

Terima kasih sudah mengikuti cerita dari honeymoon part 1 sampai yang terakhir ini.
Sampai jumpa di cerita traveling berikutnya, ya!
Love,
Irene Arenas