Honeymoon Part 3: Lihat Pemandangan Ijo-Ijo yang Indah

Honeymoon Part 3: Lihat Pemandangan Ijo-Ijo yang Indah

Hallo, kembali lagi ke cerita honeymoon ku! Yuk, simak perjalanan aku dan suami waktu di Dieng hari ke 2. Check it out!

Bangun Tidur Ku Terus Kedinginan

“Ya Allah dingin banget beb, parah!” Kataku yang bangun tidur kedinginan padahal udah tidur pakai jaket, kaos kaki, dan double selimut. Jujur, mau shalat subuh pun maju mundur, karena belum siap menyentuh dinginnya lantai kamar mandi dan wudhu air es. Gak bohong, sedingin itu!

Rencananya hari ke 2 ini, pagi-pagi buta aku dan suami ingin berangkat melihat sunrise di bukit. Tapi apalah daya, kami memutuskan untuk lanjut berlindung di bawah selimut karena tidak kuat dengan dinginnya Dieng pagi hari. Kacau, tapi ini pengalaman yang belum pernah kami dapatkan. Tinggal di Malang 4 tahun pun aku dan suami tidak pernah selemah ini dengan udara dingin.

Intermezzo: aku dan suami pernah tinggal di Malang untuk kuliah. Cuma kami beda kampus plus belum kenal satu sama lain.

Anyways, akhirnya kami lanjut tidur dan bangun lagi setelah matahari keluar. Saat pintu kami buka, kami terkejut bahwa di lantai kayu teras kamar terdapat bongkahan es yang mulai mencair. Memang agak sulit dipercaya, apalagi kami lupa mengambil fotonya, tapi ini real no tipu-tipu. Katanya sih sekitar bulan Juli-Agustus, Dieng lagi dingin-dinginnya.

Setelah bersantai sejenak, kami mandi dan bersiap-siap menuju destinasi pertama. Oiya kami juga sempatkan foto-foto di glamping tempat menginap. Pemandangannya OK dan instagramable!

Hari ke 2 di Dieng: Kebun Teh Tambi dan Batu Angkruk

Destinasi pertama hari itu adalah Kebun Teh Tambi, lokasinya ada di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Kemarin kami sempat melewati kebun teh ini saat menuju penginapan. Biaya masuknya 10.000 rupiah per orang lalu kami bebas mengeksplor dan berfoto-foto di sana.

Kebun Teh Tambi, Dieng, 2023

Ini adalah pengalaman pertamaku mendatangi kebun teh dan menurutku pemandangannya sangat indah. Hamparan hijau yang membentang luas, di tengahnya dipasangi jembatan untuk pengunjung berjalan mengelilingi kebun teh. Selain itu kami juga bisa melihat dari kejauhan pohon-pohon dan gunung tinggi yang menambah magisnya ciptaan Allah ini. Masya Allah Tabarakallah.

Sebelum pulang, kami juga menyewa jasa fotografer untuk mengabadikan momen kami di Tambi. Hasilnya pun memuaskan dan jadi berasa banget vibes honeymoon-nya hehehe.

Destinasi ke 2 kami hari itu adalah Batu Angkruk Dieng. Tempat ini terkenal dengan spot foto jembatan kaca yang menantang sekaligus indah banget. Dari atas jembatan, kita bisa melihat bentang alam dan perbukitan Dieng dari ketinggian. Rasanya agak deg-degan berdiri di atas kaca bening, tapi pemandangan hijau yang terhampar luas bikin rasa takut langsung terbayar.

Di sana kami mengobrol santai, bahkan bisa tidur-tiduran di karpet yang telah disediakan sambil menikmati suasana sejuk khas pegunungan. Pemandangannya juga tidak kalah menakjubkan, lokasinya di atas bukit, jadi kami bisa melihat alam dari atas dengan sangat jelas. Tentu saja, kami tidak melewatkan foto-foto di spot-spot yang disediakan, terutama di jembatan kaca yang jadi highlight Batu Angkruk.

Watu Angkruk, Dieng, 2023
Watu Angkruk, Dieng, 2023

Setelah puas, kami kembali ke penginapan dengan hati senang.

Makan Malam di Rumah Warga

Kegiatan hari ke 2 ini terhenti di sore hari, jadi saat malam kami bersantai saja di penginapan. Nah, karena belum makan malam, kami berinisiatif untuk mencari makan di sekitar pemukiman warga. Tidak lupa pakai jaket, sarung tangan, dan kupluk sebelum pergi.

Kami berhenti di rumah warga yang menjual beberapa makanan siap saji seperti warteg yang ditempatkan di etalase kaca. Kami kira awalnya tidak bisa makan di tempat, tetapi ibu penjualnya mempersilakan kami untuk masuk dan menyantap makanan kami di sana. Tempatnya tidak besar, tapi cukup untuk makan 5–8 orang dengan duduk berdekatan.

Tebak apa yang kami makan? Mie instan pastinya! Dingin-dingin memang paling cocok ditemani mie instan dan teh hangat. Menariknya, di rumah itu disediakan heater atau penghangat supaya tidak kedinginan. Alhamdulillah, aku langsung mengambil posisi duduk dekat dengan penghangat tersebut. Lengkap sudah kenikmatan makan mie di Dieng malam itu dengan suamiku.

Makan Mie Instan, Dieng, 2023

Oleh-Oleh Khas Dieng: Manisan Carica

Setelah selesai makan, kami melihat di rumah itu juga dijual oleh-oleh khas Dieng, yaitu Manisan Carica. Sedikit info, Carica adalah buah khas Dieng, mirip pepaya mini/papaya gunung, hanya bisa tumbuh di ketinggian sekitar 1.500 – 3.000 meter di atas permukaan laut. Sekalian saja sambil membayar, kami juga membeli beberapa pack Manisan Carica untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Lanjut Part 4

Cerita hari ke 2 ditutup dengan perut kenyang dan nikmatnya mie instan di malam hari. Untuk hari terakhir, aku lanjut part 4 ya supaya tetap bisa cerita detail dan seru. Terima kasih sudah membaca, see you di part terakhir!

Love,
Irene Arenas 💕

Back To Top